Saturday, July 16, 2005

Bunda, Ijinkan Aku memelukmu

Pada pertengahan abad
tangan mu masih menyimpan selaksa maaf
yang paling dalam
Menyisakan buatku, segenap kasih yang
kau balurkan lewat dekapan hangat mu
melalui lezatnya hidangan pada piring makanku

Di pertengahan abad,
masih kau doakan aku melangkah mencari rejeki
meski kadang malam membungkus
dan kau terjaga membuka pintu
atau menyiapkan segelas teh panas pengantar lelapku

Bunda
Sendiri dirimu tak pernah bicara letih
menjahit kancing baju yang lepas
meski tangan gemetar dan mata menyipit

Ijinkan hari ini aku memelukmu
membenamkan emosi yang membuncah marah
oleh hari ini yang terasa gagah
memperkosa kehidupan ku

tangan mu adalah restu
ucapmu adalah doa
sakitmu adalah cinta
letihmu adalah harap

bunda
ijinkan kudekap kau
malam ini saja

1 Comments:

At 5:14 PM, Blogger kirana said...

assalaamu'alaikum, mas boim yang baik,
saya suka puisi-puisinya, terutama 'Bunda, Ijinkan Aku Memelukmu'. mengingatkan saya pada ibunda yang sudah lama tiada.
sukses selalu, ya.

 

Post a Comment

<< Home